Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

-

Apakah detikers pernah membaca buku dongeng? Sebagian besar buku dongeng atau cerita anak-anak pasti selalu diisi oleh gambar-gambar yang menarik. Buku dongeng anak-anak adalah contoh dari gambar cerita. Gambar cerita adalah kombinasi gambar/lukisan dengan teks yang menceritakan suatu peristiwa.

Daya tarik dari gambar cerita adalah visualnya yang menarik. Maka dari itu, gambar cerita sangat disukai anak-anak. Bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun juga masih suka membacanya, karena pada dasarnya manusia dapat memproses data visual lebih baik daripada bentuk data lain.

Membuat gambar cerita juga tidak terlalu sulit, yang penting Anda harus memiliki kemampuan menggambar dengan baik. Detikers tertarik membuat gambar cerita? Lebih baik simak dulu langkah pertama yang harus dilakukan dalam menggambar cerita dalam artikel ini!


Sebelum mengetahui langkah pertama yang harus dilakukan dalam menggambar cerita, Anda harus tahu ciri-ciri gambar cerita agar tidak keliru saat membuatnya. Ciri-ciri dari gambar cerita antara lain:

1. Gambar Lebih Dominan

Membuat gambar cerita sebenarnya cukup mudah, karena Anda tidak perlu memikirkan kata-kata panjang. Tidak seperti berita, koran atau novel, gambar cerita lebih banyak menampilkan gambar dari pada teks. Teks yang ditampilkan harus ringkas, padat dan jelas.

2. Gambar Menceritakan Suatu Peristiwa

Gambar harus menceritakan runtutan peristiwa dengan baik. Inilah tantangan dalam membuat gambar cerita. Dengan teks yang singkat, Anda harus bisa menyampaikan pesan dengan jelas lewat gambar.

3. Bahasa Mudah Dipahami

Penggunaan dalam gambar cerita harus mudah dipahami. Paling mudah menggunakan kosa kata percakapan sehari-hari. Anda juga bisa menyisipkan dialog dengan balon kata agar lebih menarik.

Langkah-langkah Membuat Gambar Cerita

Mengutip buku 'Mandiri Belajar Ulangan Tematik' karya Nidaul Janah, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan saat membuat gambar cerita supaya hasil gambar cerita rapi dan apik. Langkah-langkah tersebut antara lain:

1. Menyiapkan Alat dan Bahan

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita
Foto: Thinkstock

Tentu saja, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan terlebih dahulu. Anda bisa menyesuaikannya dengan teknik yang ingin digunakan. Misalnya ingin gambar menggunakan teknik kering, maka siapkan pensil, pensil warna atau crayon. Jika menggunakan teknik basah, bisa menggunakan cat air, cat minyak atau tinta.

2. Tentukan Temanya

Setelah itu, Anda bisa mulai menentukan tema. Inspirasi tema bisa didapatkan dari mana saja. Misalnya observasi lingkungan sekitar atau berdasarkan pengalaman pribadi. Ingat, tema juga harus berkaitan dengan objek yang ingin digambar. Objek gambar bisa berupa benda hidup (manusia dan hewan) atau benda mati (benda di sekitar).

3. Mulai Membuat Sketsa

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita
Foto: Pustekkom Kemendikbud 2017

Sudah mendapatkan tema? Sekarang saatnya membuat sketsa. Agar memiliki banyak pilihan, sketsa sebaiknya dibuat lebih dari satu. Nantinya Anda bisa memilih sketsa yang terbaik. Buat sketsa semaksimal mungkin karena tahap ini akan berpengaruh terhadap tahap selanjutnya.

4. Penyelesaian Gambar

Jika tadi Anda sudah membuat beberapa sketsa, sekarang saatnya memilih sketsa yang terbaik. Tebalkan garis-garis tipis pada sketa agar lebih jelas. Tahap ini perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak banyak bekas penghapus.

Setelah garis-garis terlihat jelas, lengkapi dengan warna-warna yang cantik. Tambahkan gradasi warna untuk memperindah dan memperjelas gambar. Anda bisa menggunakan teknik pewarnaan basah maupun kering.

Bagaimana Cara Menyampaikan Gambar Cerita

1. Menentukan Inti Informasi Gambar

Visual pada gambar cerita harus disampaikan dengan baik. Gambar harus menggambarkan permasalahan yang terjadi.

2. Menentukan Alur dalam Setiap Gambar

Tidak hanya membuat gambar yang menarik, Anda juga harus memastikan bahwa setiap gambar memiliki hubungan atau urutan kronologis.

3. Perhatikan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Unsur intrisik dan ekstrinsik juga harus disampaikan dengan baik. Unsur intrinsik meliputi plot, tokoh, sudut pandang serta pesan dari cerita tersebut. Jangan sampai pesan atau amanat tidak tersampaikan ke pembaca. Sementara, unsur ekstrinsik adalah unsur di luar cerita, seperti latar belakang pengarang.

4. Kembangkan Cerita

Walaupun membuat gambar cerita, teks sangat berguna untuk mengembangkan cerita dan membangkitkan emosi pembaca. Coba dipikirkan apakah pembaca ingin dibuat antusia, sedih atau senang oleh cerita yang Anda buat.

Bagaimana Cara Menyempurnakan Gambar

Gambar cerita tidak akan menarik tanpa visual yang sempurna. Supaya hasil gambar bisa sempurna, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Mengukur Proporsi

Sebelum membuat sketsa, sebaiknya ukur dulu proporsi objek. Tidak harus menggunakan penggaris, Anda hanya butuh tangan dan pensil. Rentangkan pensil ke arah objek sambil menutup satu mata. Ujung pensil berguna untuk menandai suatu titik.

2. Mulai Menggambar Bentuk

Jika objek gambar Anda adalah makhluk hidup seperti manusia, Anda bisa menggambar kepalanya dulu dengan bentuk elips atau lingkaran. Menggambar makhluk hidup biasanya lebih sulit karena memerlukan detail yang jelas. Jika belum terbiasa, Anda bisa menggambar benda mati terlebih dahulu.

3. Gambar Proporsi

Menggambar proporsi juga harus dilakukan dengan benar. Misalnya, Anda ingin menggambar manusia, pastikan proporsi tubuhnya lengkap dan sesuai dengan perasaan karakter. Contohnya, Anda bisa membuat tangan yang sedang melipat di dada ketika karakter sedang marah. Begitupun juga dalam membuat gambar benda mati, perhatikan arsiran serta penempatan bayangannya.

4. Perhatikan Teknik Grid

Pernah melihat kotak-kotak pada buku komik? Anda juga bisa membuat grid seperti itu. Grid biasanya digambar dengan dimensi yang sama, bisa 4x4 atau 5x5. Tujuan pembuatan grid supaya Anda lebih mudah membuat alur ceritanya.

Bagaimana Cara Menentukan Tema Pada Gambar Cerita

Kebingungan menentukan tema saat ingin membuat gambar cerita? Coba ikuti langkah-langkah ini, ya!

1. Dapatkan Inspirasi dari Buku Cerita Lain

Salah satu cara menentukan tema pada gambar cerita adalah mencari inspirasi dengan membaca buku-buku lain.

2. Menentukan Ide Pokok

Setelah mendapatkan gambaran tema yang diinginkan, Anda bisa menentukan ide pokok dari setiap gambar. Bisa dibuat list singkatnya saja, ya.

3. Menggabungkan Ide Pokok

Setelah Anda membuat list ide pokok tiap gambar, gabungkan ide-ide tersebut menjadi sebuah plot. Sebelum mulai menggambar, Anda bisa membuatnya dalam bentuk teks dulu, ya.

4. Menentukan Ide Pokok yang Dominan

Setelah memiliki gambaran plot, Anda bisa mengetahui ide pokok yang paling dominan dari cerita tersebut. Perhatikan juga pesan atau amanat yang ingin Anda berikan. Misalnya, plot dalam cerita Anda ternyata menceritakan kasih sayang seorang sahabat, maka kamu bisa menentukan tema persahabatan.

Nah, sekarang detikers sudah tau cara membuat gambar cerita, bukan? Ayo, terapkan cara di atas agar gambar cerita yang Anda buat semakin menarik. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Simak Video "Sensasi Makan Raos Pisaan Euy, Dapur Kraton Cimahi"


[Gambas:Video 20detik]
(des/fds)

Gambar cerita – Apakah Grameds pernah mendengar buku gambar cerita? Umumnya, buku cerita ini menargetkan anak-anak yang suka membaca sambil melihat gambar. Sesuai dengan namanya, gambar cerita dapat didefinisikan sebagai gambar yang memiliki alur atau cerita.

Gambar cerita adalah kombinasi dari gambar serta cerita yang banyak menarik minat anak-anak karena ilustrasi gambarnya yang menarik.

Gambar ini dinilai tidak membosankan, karena tidak hanya berisi tulisan-tulisan saja. Dengan gambar cerita, maka anak-anak dapat mengasah sisi kreatif maupun kemampuan imajinatif sang anak ketika melihat gambar tersebut. Bisa dibilang komik adalah salah satu contoh dari gambar cerita.

Seperti apa gambar cerita itu? Bagaimana contoh dan cara membuatnya? Simak penjelasan tentang gambar cerita berikut ini ya!

Pengertian Gambar Cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Sumber: Pexels

Secara umum, gambar cerita merupakan gambar yang menceritakan tentang suatu kisah atau cerita. Tentu saja, cerita tersebut telah disusun sesuai dengan tokoh, alur, setting, maupun amanat cerita. Terutama jika gambar tersebut ditujukan untuk pendidikan anak-anak.

Karena untuk anak-anak maka amanat pesan yang disampaikan oleh gambar cerita perlu diperhatikan. Selain amanat, penting pula untuk menentukan alur serta tema gambar cerita, agar dapat menarik anak-anak sehingga mereka tidak akan bosan serta tetap antusias ketika membacanya.

Untuk pembaca anak-anak, gambar cerita merupakan jenis bacaan yang cukup efektif. Biasanya anak-anak relatif lebih mudah bosan ketika diberikan bacaan narasi. Dengan cerita gambar, maka anak-anak akan tertarik dengan ilustrasi dengan warna yang cukup menarik.

Fungsi Gambar Cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Sumber: Pexels

Setelah mengetahui pengertian gambar cerita, maka dapat diketahui bahwa gambar cerita memiliki beberapa fungsi salah satunya adalah menarik minat baca anak-anak. Selain itu, gambar cerita memiliki fungsi yang lain. Berikut penjelasannya.

1. Lebih mudah dalam memahami cerita

Fungsi gambar cerita yang pertama adalah mempermudahkan pembaca untuk memahami cerita. Gambar atau ilustrasi terbukti dapat membantu pembaca, terutama anak-anak yang mengalami kesulitan dalam membaca serta memahami kalimat.

Seperti yang Grameds ketahui, bahwa anak-anak lebih senang melihat gambar-gambar yang menyenangkan dengan warna tertentu dibandingkan melihat hal monoton.

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Oleh karena itu, dengan gambar atau ilustrasi yang memiliki cerita, maka anak yang memiliki metode belajar visual akan lebih mudah memahami serta lebih menikmati proses belajar dan membaca.

2. Memberikan kesan yang berbeda

Fungsi kedua gambar cerita masih berhubungan dengan fungsi pertama. Anak-anak memiliki kecenderungan untuk merekam sesuatu secara visual dibandingkan deretan kata atau kalimat. Sehingga dengan adanya gambar cerita, maka anak-anak akan lebih mudah menciptakan kesan atau mengingatnya dalam memori otak mereka.

Sehingga tidak heran apabila tim kreatif serta penulis buku cerita gambar sangat memperhatikan konsep serta pewarnaan dari ilustrasi yang dibuat, tujuannya tentu agar mampu menghasilkan gambar visual yang cocok dan menarik bagi anak-anak.

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

3. Memiliki seni visual bagi para pembaca

Gambar cerita berfungsi sebagai seni visual. Terutama bagi para desainer. Tentu saja tidak mudah untuk membuat karakter tokoh tertentu dalam gambar. Seorang desainer perlu tahu betul bagaimana kesenangan atau kesukaan anak-anak terhadap jenis karakter atau bentuk yang seperti apa.

Sehingga tidak heran apabila para ilustrator rela melakukan penelitian sebelum membuat karakter tokoh tertentu dalam gambar cerita.

4. Membangkitkan emosi para pembaca

Biasanya gambar cerita lebih menargetkan pembaca yang masih anak-anak, sehingga gambar yang dihasilkan merupakan gambar-gambar yang mampu membangkitkan emosi anak tersebut. Ketika anak merasa tertarik maupun antusias akan buku tersebut, maka bisa dibilang visi dari pembuat gambar cerita sukses.

Selain keempat fungsi tersebut, gambar cerita juga memiliki fungsi lain seperti menghibur pembaca, memperjelas isi cerita, memperjelas pesan atau promosi suatu barang, mengungkapkan perasaan dari pembuat cerita tersebut.

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Sumber: Pexels

Ada beberapa ciri-ciri atau karakteristik dari gambar cerita, di antaranya adalah 1) gambar menunjukan peristiwa dalam sebuah cerita, 2) teks dialog atau narasi dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca, 3) komposisi dari gambar lebih banyak dibandingkan tulisan, 4) cerita ditulis menggunakan bahasa percakapan sehari-hari, 5) memiliki unsur intrinsik yang disajikan dalam tulisan, gambar serta simbol, 6) memiliki komposisi panel gambar yang proporsional, 7) teks mengandung unsur-unsur tipografi dengan gaya serta bentuk huruf yang dapat mengekspresikan emosi para tokohnya, 8) terdapat unsur humor, 9) memiliki balon kata untuk menunjukan dialog.

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Agar lebih jelas, berikut penjelasan dari ciri-ciri gambar cerita di atas.

1. Memiliki narasi yang singkat

Gambar cerita biasanya menggunakan narasi yang singkat atau pendek dan tidak seperti novel maupun cerpen. Karena gambar cerita biasanya lebih dominan pada gambar atau ilustrasi untuk menjelaskan alur ceritanya dibandingkan narasi. Meskipun narasi yang ditulis pada gambar cerita cenderung singkat, akan tetapi narasi yang ditulis tetap harus memperhatikan unsur intrinsik dan ekstrinsiknya.

2. Menggunakan kalimat-kalimat yang sederhana

Karena narasi dalam gambar cerita harus ditulis dengan singkat, maka kalimat yang digunakan untuk menjelaskan gambar tersebut haruslah kalimat yang sederhana. Gambar cerita memiliki kalimat pendek yang sederhana, akan tetapi tetap dapat menjelaskan alur cerita dari gambar atau ilustrasinya.

Kalimat sederhana dan narasi singkat diperlukan, agar pembaca lebih mudah memahami alur cerita. Karena segmentasi dari gambar cerita adalah anak-anak yang biasanya baru belajar membaca.

Selain kalimat yang digunakan harus sederhana, gambar cerita juga harus menggunakan kata yang sering digunakan dalam bahasa sehari-hari atau menggunakan diksi yang umum.

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

3. Memiliki dialog dengan balon kata

Gambar cerita perlu memiliki sesi dialognya masing-masing. Dialog akan memudahkan pembaca untuk dapat memahami alur cerita serta pesan atau amanat cerita, selain itu balon kata juga memudahkan illustrator untuk menggambarkan adegan gambar yang pas serta sesuai dengan cerita yang telah dibuat oleh penulisnya.

Balon kata akan memudahkan pembaca untuk fokus membaca narasi yang ada pada gambar cerita, selain itu balon kata akan membuat lebih spesifik tokoh mana yang bercerita dan lain-lain. Contohnya mudah seperti ketika Grameds membaca komik, ada komik yang menggunakan balok kata dan ada pula yang tidak. Biasanya komik yang menggunakan balon kata akan lebih mudah untuk dipahami.

Apabila segmentasi dari gambar cerita tersebut adalah anak-anak maka balon kata harus dibuat lebih mendetail dan jelas lagi. Contohnya satu balon kata untuk satu tokoh yang menceritakan percakapan dan lain sebagainya.

4. Memperhatikan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsiknya

Meskipun narasi yang ditulis dalam gambar cerita harus singkat, akan tetapi gambar cerita yang baik harus tetap memperhatikan unsur intrinsik dan ekstrinsiknya. Unsur intrinsik dari gambar cerita meliput tokoh, tema, alur, latar, sudut pandang, amanat dan karakteristik.

Sedangkan unsur ekstrinsik dari gambar cerita adalah latar belakang penulis, latar belakang masyarakat dan nilai.

5. Menggunakan tipografi

Ciri lain dari gambar cerita adalah menggunakan tipografi yang sangat penting dalam gambar cerita. Karena tipografi akan memudahkan pembaca untuk memahami setiap karakter dalam cerita, seperti emosi apa yang dirasakan oleh tokoh apakah ketakutan, sedih, marah atau takut dan lainnya.

Cara Membuat

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Sumber: Pexels

Ada beberapa langkah yang perlu diketahui apabila Grameds ingin mencoba membuat gambar cerita yang menarik sekaligus yang baik. Berikut adalah langkah-langkah cara membuat gambar cerita.

1. Mempersiapkan alat dan bahan

Jika ingin membuat gambar cerita, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan lebih dulu. Ketika mempersiapkan alat dan bahan, maka Grameds juga bisa menyesuaikan teknik yang akan digunakan dalam membuat gambar cerita. Alat dan bahan yang digunakan dapat Grameds sesuaikan dengan kemampuan.

Grameds bisa memulai dengan kertas dan pensil atau buku, apabila Grameds memiliki peralatan yang lebih canggih, maka Grameds dapat mulai berlatih membuat gambar cerita dengan menggunakan tablet dan pen tablet. Setelah alat dan bahan siap, ada beberapa teknik dalam membuat gambar cerita. Berikut penjelasannya.

  • Teknik arsir, merupakan teknik membuat ilustrasi gambar yang menggunakan garis sejajar dan menyilang untuk menutup objek gambar. Meskipun hanya mengarsir objek gambar saja, tetapi teknik ini dapat memberikan hasil gambar tiga dimensi serta memberikan kekuatan pada kesan dimensi terang atau gradasi pada gambar ilustrasi.
  • Teknik gosok merupakan teknik yang seringkali digunakan oleh para ilustrator, teknik ini dikenal pula dengan nama teknik dussel. Sesuai dengan namanya, teknik gosok dilakukan dengan cara menggoreskan pensil pada objek gambar. Tujuannya adalah untuk memberikan kesan estetik pada gambar.
  • Teknik basah merupakan teknik yang cocok digunakan pada ilustrasi gambar bidang dua dimensi. Biasanya media yang digunakan untuk teknik basah adalah kanvas atau kertas. Jika ingin menggunakan teknik basah, maka Grameds perlu menggunakan cat air dan cat minyak, karena teknik basah tidak dapat dipraktikan dengan menggunakan pensil.
    Teknik pointilis merupakan teknik gambar yang sering digunakan untuk membuat titik-titik pada media gambar. Titik tersebut nantinya akan menumpuk kemudian membentuk sebuah objek.

2. Menentukan tema gambar cerita

Setelah mengetahui teknik yang akan digunakan untuk membuat gambar cerita, maka langkah selanjutnya adalah menentukan tema cerita yang berkaitan dengan obyek gambar.

Obyek gambar biasanya bisa berupa benda hidup seperti manusia, tumbuhan maupun hewan dan pemilihan tema gambar cerita akan menentukan gambar seperti apa yang akan dibuat. Grameds dapat menentukan tema cerita dengan memperhatikan lingkungan sekitar atau dari pengalaman pribadi penulis.

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

3. Membuat sketsa

Setelah berhasil menentukan tema, maka langkah selanjutnya untuk membuat gambar cerita adalah membuat sketsa. Pembuatan sketsa harus dikerjakan dengan baik, karena sketsa dapat menentukan gambar cerita yang dibuat apakah hasil akhir dari gambar akan maksimal atau tidak. Ketika membuat gambar cerita, maka sebaiknya sketsa dibuat lebih dari satu, sehingga illustrator akan memiliki banyak pilihan gambar mana yang akan ditampilkan nantinya.

4. Menyelesaikan gambar

Langkah terakhir adalah menyelesaikan gambar dengan memberikan warna atau mempertegas garis gambar. Ada dua teknik pewarnaan yang dapat digunakan yaitu teknik basah serta teknik kering.

Teknik pewarnaan basah merupakan teknik pewarnaan yang menggunakan media cat air, tinta atau cat minyak. Sedangkan teknik pewarnaan kering merupakan teknik pewarnaan yang menggunakan media kering seperti pensil warna atau crayon.

Jangan lupa untuk menuliskan dialog singkat dengan kotak balon untuk menjelaskan alur cerita dengan baik.

Jenis-jenis dan Contohnya

Ada beberapa jenis dari gambar cerita yang bisa dijadikan sebagai pemilihan tema atau topik dan teknik gambar. Berikut jenis-jenis gambar cerita beserta contohnya.

1. Kartun

Grameds tentu familiar dengan jenis gambar cerita yang pertama. Kartun bisa digambarkan dalam wujud manusia maupun segi. Dari segi isi kontennya, kartun dapat dikemas dengan menggunakan humor maupun dongeng anak. Apabila dipelajari lebih lanjut lagi, kartun dapat dibuat dalam bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi.

Salah satu contoh dari gambar cerita kartun adalah seri Chibi Maruko Chan. buku gambar cerita seri Chibi Maruko Chan memiliki banyak seri, salah satunya adalah tentang peralatan sekolah dan profesi. Buku ini menyesuaikan tema yaitu menjelaskan dan mengenalkan peralatan sekolah serta macam-macam profesi.

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Jika tertarik untuk membaca gambar cerita kartun, Grameds bisa membeli buku gambar cerita seri Chibi Maruko Chan di gramedia.com ya! Tenang saja buku ini juga tersedia dalam bahasa Indonesia, sehingga mudah dipahami.

2. Karikatur

Jenis gambar cerita karikatur biasanya lebih menonjolkan pada karakter yang digambar dengan cara melebih-lebihkannya, dibuat lebih lucu atau lebih unik. Karikatur juga sering kali digunakan para ilustrator untuk membuat gambar cerita yang berisi kritik atau sindiran. Berikut contoh dari karikatur.

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Sumber: Kompas.com

3. Komik

Komik merupakan kumpulan gambar yang disusun secara horizontal maupun vertikal, kemudian ditambahkan sedikit teks sebagai dialog atau narasi ceritanya. Biasanya dialog dituliskan dengan menggunakan balon kata, karena lebih mudah dipahami.

Saat ini, gambar cerita komik adalah salah satu jenis gambar cerita yang cukup populer. Bahkan ada komik yang ditulis untuk anak-anak maupun orang dewasa dengan berbagai genre. Berikut adalah contoh dari gambar cerita komik.

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

4. Ilustrasi karya sastra

Jenis gambar cerita yang keempat adalah berupa ilustrasi karya sastra yang sifatnya hanya memberi ketegasan pada cerita yang dituliskan. Ilustrasi karya sastra biasanya dapat disebut dengan novel bergambar.

Pada novel bergambar, biasanya hanya ada satu atau dua gambar pada satu halaman. Karena fungsi gambar ini hanyalah untuk mempertegas saja. Selain itu, novel bergambar berbeda dengan gambar cerita pada umumnya sebab narasi atau teksnya lebih banyak dibandingkan gambarnya.

Salah satu contoh dari novel bergambar adalah novel seri Silly Gilly Daily seperti berikut ini.

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

5. Vignette

Jenis cerita gambar yang terakhir adalah vignette yaitu gambar cerita yang dibuat dengan bentuk dekoratif dan sering digunakan untuk mengisi ruang kosong yang ada pada naskah, narasi maupun cerita dalam buku.

Itulah penjelasan tentang gambar cerita. Grameds bisa memulai berlatih membuat gambar cerita dengan mempelajari jenis-jenis gambar cerita lebih dulu. Apabila masih kebingungan, Grameds bisa mencari inspirasi dengan membaca salah satu contoh gambar cerita, contohnya seperti komik.

Kemudian, Grameds hanya perlu menyesuaikan genre sesuai yang diinginkan oleh Grameds. Contohnya jika Grameds ingin membuat gambar cerita khusus anak-anak maka sesuaikanlah genrenya, bisa tentang petualangan atau membahas informasi khusus.

Grameds bisa membaca buku-buku terkait gambar cerita dengan mengunjungi Gramedia.com. Gramedia selalu memberikan produk terbaik agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Khansa

Baca juga:

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Bagaimana pembuatan sketsa dalam membuat gambar cerita