2 Bagaimanakah cara kerja bel listrik sederhana?

Mengetahui bagian-bagian pada sebuah alat elektronik akan membantumu dalam memahami cara kerjanya secara keseluruhan. Maka dari itu kamu pun perlu tahu bagian dari bel listrik sebelum masuk ke cara kerjanya. Letak komponen bisa dilihat pada gambar tertera di bawah. Berikut ini penjelasan tentang komponen dan rangkaian bel listrik:

  • Gong atau Lonceng, bagian ini adalah sumber bunyi pada bel, di mana saat komponen ini di pukul, dia akam menghasilkan suara.
  • Pemukul [Striker], dari namanya sudah kita tahu bahwa komponen ini akan berperan untuk memukul gong atau lonceng.
  • Kumparan Elektromagnet, nah ini bagian terpenting, ketika komponen ini diberi arus listrik maka dia akan menghasilkan medan magnet yang dapat menarik benda logam didekatnya
  • Armature, bagian ini terbuat dari logam dan merupakan benda yang akan ditarik oleh medan magnet, di ujung armature tersambung dengan pemukul.
  • Spring, spring merupakan pegas yang bisa menarik armature kembali ke posisi semula
  • Interuptor, komponen ini adalah penghubung dan pemutus arus listrik yang mengalir ke kumparan.
  • Switch, sakelar yang berfungsi menghidupkan dan mematikan beli listrik
  • Adjusting Screw, baut di bagian interuptor yang dapat diputar untuk menyesuaikan jarak dari interuptor dengan armature sehingga mempengaruhi kerapatan bunyi yang dihasilkan

Bel Listrik dengan Prinsip kerja Elektromagnetik terdiri dari beberapa Komponen atau bagian utama yaitu :

  1. Lonceng [Gong]
  2. Pemukul [Striker]
  3. Kumparan Elektromagnet
  4. Armature
  5. Spring
  6. Interuptor [penghubung dan pemutus arus listrik]

Gambar Rangkaian Bel Listrik [Electric Bell]

Cara Kerja Bel Listrik

Berdasarkan gambar Rangkaian Bel Listrik [Electric Bell] diatas, saat Switch [S1] ditekan [ON], arus listrik akan mengalir ke Kumparan Elektromagnet melalui Interuptor sehingga terjadi medan magnet untuk menarik Armature Striker [pemukul]. Striker yang ditarik tersebut kemudian memukul Lonceng [Gong] sehingga Bel Listrik berbunyi. Ketika Armature Striker ditarik oleh Elektromagnet, hubungan listrik di Interuptor pun terputus dan menyebabkan Kumparan Elektromagnetik tidak dialiri arus listrik.

Kumparan Elektromagnetik yang tidak dialiri arus listrik tersebut akan kehilangan medan magnetnya sehingga tidak mampu lagi menarik Armature. Armature yang terlepas tersebut akan mengayun kembali ke posisi semula dan Interuptor menjadi terhubung kembali sehingga arus listrik dapat mengalir lagi ke Kumparan Elektromagnet untuk menarik Armature. Demikian siklus proses tersebut berulang-ulang kembali dengan cepat dalam hitungan detik sehingga menghasilkan suara yang berkesinambungan [terus menerus]. Suara atau bunyi Bel Listrik ini akan terhenti jika Switch [S1] di-OFF-kan.

Pernahkah kau melihat bel listrik? Perhatikan denah bel listrik pada Gambar di bawah ini. Bel listrik terdiri atas beberapa bagian, adalah sebagai berikut.a. Besi berbentuk aksara U yang dililit kawat berfungsi sebagai magnet ketika diberi arus listrik.b. Interuptor yang berfungsi sebagai pemutus arus.c. Jangkar besi lunak yang dihubungkan dengan pegas baja.d. Besi yang berfungsi sebagai bel.e. Saklar tekan.f. Baterai sebagai sumber tegangan.
Gambar: [a] Bel Listrik dan [b] Skema Bel Listrik

Nah, sesudah kau mengetahui bagian-bagian bel listrik, tahukah kau bagaimana cara bel listrik tersebut bekerja?Ketika saklar ditekan, arus listrik dari baterai mengalir melalui interuptor kemudian menuju pegas baja dan hasilnya hingga di kumparan.Ketika kumparan dialiri arus listrik, kumparan tersebut menjadi magnet [elektromagnet] dan menarik jangkar besi lunak sehingga jangkar tersebut memukul bel dan menghasilkan bunyi.Sesaat sesudah jangkar besi lunak ditarik oleh elektromagnet, arus listrik yang mengalir melalui interuptor terputus.Terhentinya arus listrik yang mengalir menuju kumparan menyebabkan kumparan kehilangan sifat kemagnetannya sehingga pegas baja menarik jangkar besi lunak pada keadaan semula.Setelah kembali ke kedudukan semula, interuptor terhubung kembali dengan arus listrik dari baterai sehingga kumparan menjadi magnet dan proses yang sama akan terulang kembali.Proses ini terjadi secara berulang-ulang sehingga bel terus menghasilkan suara hingga saklar kembali ditekan untuk memutuskan arus dari baterai.

Cara Kerja Bel Listrik– Bel Listrik atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Electric Bell adalah sebuah alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi suara dengan menggunakan prinsip elektromagnetik.

Meskipun saat ini banyak bel yang menggunakan sistem elektronik, bel listrik yang menggunakan prinsip gaya elektromagnet ini masih banyak digunakan.

Penggunaan bel listrik jenis elektromagnetik ini banyak kita jumpai pada sisitem keamanan serta keselamatan yang ada di pabrik, pusat perbelanjaan maupun hotel dengan mempergunakan sebagai alarm kebakaran [Fire Alarm].

Selain itu, bel listrik juga sering digunakan sebagai alarm maling serta lonceng di sekolah.

Salah satu jenis bel listrik dengan prinsip elektromagnetik yang sering digunakan yaitu bel listrik yang berbentuk “Interrupter Bell” yaitu bel listrik yang bisa menghasilakn suara secara terus menerus ketika diberikan arus listrik.

Daftar isi

  • Rangkaian Bel Listrik
  • Cara Kerja Bel Listrik
  • Komponen Utama Bel Listrik
  • Komponen dan Bagian Penting Bel Listrik
  • Fungsi Magnet pada Bel Listrik

Video liên quan

Home » Kelas V » Membuat Bel Listrik Sederhana

Bel listrik sederhana merupakan  suatu alat yang mampu menghasilkan suara dari adanya perubahan energi listrik menjadi magnet yang nantinya menimbulkan energi gerak yang berfungsi sebagai sumber penghasil suara. Bel listrik yang dibuat, memiliki dua bagian utama yaitu; sebuah besi/paku yang dililiti kumparan, dan sebuah sumber bunyi (digunakan bel/lonceng sepeda). Ketika arus listrik dialirkan pada kumparan, maka kumparan akan bersifat magnet sehingga dapat menarik pemukul lonceng, dan pemukul tersebut akan memukul bel sehingga terjadilah bunyi. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan bel sederhana ini berasal dari barang-barang bekas yang mudah ditemui disekitar kita. Besarnya energi listrik yang diperlukan adalah berkisar dari 9 sampai dengan 18 volt. Jika energi listrik yang diberikan terlalu kecil maka bel listrik tersebut tidak dapat bekerja secara optimal atau bahkan tidak bekerja sama sekali. Namun jika energi listrik yang dialiri terlalu besar maka akan sangat berbahaya dan yang jelas bel listrik tersebut akan terbakar karena timbul energi panas yang berlebih. Untuk membuat bel listrik sederhan, beberapa bahan dan peralatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  1. Satu lembar papan kayu (ukuran 30 x25 cm dengan ketebalan sekitar 1 cm). 
  2. Kawat tembaga berdiameter 1 mm, panjang sekitar 11 m. 
  3. Sebuah buah saklar sebagai peyambung dan pemutus arus 
  4. Sebuah baterai 9 volt atau adaptor yang memiliki rentang tegangan 9-18 volt. 
  5. Sebuah paku besi 9 inci (paku usuk). 
  6. 10-15 buah sekrup kecil atau paku kecil (paku triplek) secukupnya.
  7. Lembaran aluminium dari bekas kemasan minuman kaleng.
  8. Sepotong kayu berukuran batang spidol besar (atau sekitar berdiameter 1-1,5 cm). 
  9. Sebuah sekrup berukuran 1,5 inci. 
  10. Sebuah buah bel atau lonceng. 
  11. Selembar pelat besi tipis ukuran 1x15 cm
  12. Selembar pelat baja tipis ukuran 1 x 7 cm (cutter bekas). 
Sedangkan alat yang dibutuhkan dalam pembuatan bel listrik yaitu: tang, palu, obeng minus dan plus ukuran kecil, pisau kecil/pisau lipat, gunting, solder beserta tinolnya, mistar dan pensil. Berikut ini gambar bel listrik sederhana yang akan dibuat.

Cara Membuat
  1. Langkah pertama adalah pembuatan kumparan sebagai sumber medan magnet. Kumparan dibuat dengan cara melilitkan kawat tembaga pada paku ukuran 9 inci. Banyaknya lilitan tergantung kebutuhan. Jika ingin menghasilkan medan magnet yang kuat namun membutuhkan energi listrik yang sedikit lebih, makan lilitan dibuat lebih banyak. Jumlah lilitan minimal untuk sumber tegangan 9-18 volt dengan bahan kawat tembaga berdiameter 1 mm pada paku 9 inci adalah sekitar 200-300 lilitan.
  2. Pada bagian lempengan baja yang berfungsi sebagai pegas pada saat bekerja dan lempengan besi sebagai lengan pemukul, disatukan menggunakan sekrup kecil. Sebaiknya sekrup yang digunakan berjumlah 2 buah agar lebih kokoh. Pada bagian ini kemudian dilakukan penyolderan antara kawat tembaga yang berasal dari kumparan dengan lempengan baja yang terhubung ke interuptor (sekrup berukuran 1,5 inci).
  3. Pada bagian kumparan, ujung paku 9 inci diberi penahan supaya kumparan tidak bergeser ketika didorong oleh lempengan besi. Penahan berupa lembaran aluminium yang dilipat-lipat dan dipasang vertikal dengan pemakuan untuk melekatkan pada papan. Penahan ini dapat dibuat dari bekas kemasan minuman kaleng yang terbuat dari aluminium.
  4. Pasang baterai dekat dengan saklar, sambungkan sumbu negatif baterai dengan kumparan, dan sumbu positif dengan saklar.
  5. Bagian dudukkan lempengan baja dan besi, tahap pemasangan diawali dengan melekatkan lempengan pada dudukkan kemudian dilanjutkan pemasangan ke bidang papan. Pemasangan dalam papan dapat dilakukan dengan menggunakan sekrup sebanyak dua buah. Pastikan dudukan kayu terpasang dengan kuat, dan tidak goyah.
  6. Tempelkan paku yang sudah dililitkan tembaga (kumparan) pada bagian atas (lihat gambar). Supaya tidak bergeser kumparan diberi penahan yang terbuat dari seng atau juga bisa menggunakan kaleng bekas minuman. Penahan dipasang pada kedua ujungnya. Supaya lebih kuat penahan ini disekrup bersatu dengan papan landasan.
  7. Untuk paku yang berfungsi sebagai interuptor dipasang dengan menggunakan penahan yang terbuat dari kayu. Sekrup penahan tersebut supaya menyatu dengan papan landasan. Solder kawat tembaga yang menghubungkan interuptor dengan saklar.
  8. Letakan saklar dekat dengan baterai solder kawat tembaga yang menghubungkan saklar dengan baterai, dan yang menghubungkan saklar dengan interuptor.
  9. Pasang bel/atau lonceng dekat dengan pemukul, satukan dengan papan landasan (lihat gambar).

Cara Kerja Bel Listrik Setelah bel berhasil dibuat silahkan cek kembali bagian-bagian yang mungkin masih kurang dan segera diperbaiki. Ketika saklar ditekan (dalam keadaan on) hingga menutup rangkaian yang sebelumnya telah di hubungkan ke sumber arus listrik (baterai atau adaptor), arus listrik mengalir dari sumber arus listrik menuju interuptor (sekrup pada batang kayu) melalui kawat tembaga. Kemudian arus dilanjutkan menuju ke lempengan baja dan selanjutnya menuju ke kumparan (paku yang dililitkan kawat tembaga).

Adanya arus listrik yang mengalir melalui kumparan mengakibatkan paku berubah menjadi magnet dan menarik lempengan logam/besi tipis yang dilekatkan pada lempengan baja. Pada lempengan logam/besi ini kemudian dilekatkan dengan lempengan besi yang berfungsi sebagai pemukul bel. Tertariknya lempengan logam beserta lempengan baja mengakibatkan kawat pemukul bergetar dan memukul bel/lonceng hingga berbunyi. Pada saat yang sama hubungan lempengan baja dengan interuptor terputus sehingga arus listrik berhenti mengalir. Berhentinya arus listrik itu menyebabkan paku kumparan kehilangan sifat magnetnya. Akibatnya lempengan baja kembali ke posisi semula. Lempengan baja kembali terhubung dengan interuptor dan arus listrik kembali mengalir, sifat magnet pada kumparan muncul kembali. Begitu seterusnya hingga saklar dimatikan (dalam keadaan off)

Posted by Nanang_Ajim

Mikirbae.com Updated at: 7:07 PM

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA