Apakah Windows Defender perlu di update?

Windows Defender adalah aplikasi "antivirus" bawaan sistem operasi Windows yang berguna sebagai proteksi yang melindungi Windows kamu dari serangan pengintai, malware, adware, ransomware dan sebagainya.

Windows Defender harus selalu diaktifkan dan diperbarui agar Windows kamu tetap aman. Secara bawaan, Windows Defender pada Windows 10 ter-udpate otomatis. Namun kamu perlu memeriksa apakah Windows Defender di komputer kamu aktif dan ter-update?

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengaktifkan dan memperbarui Windows Defender di Windows 10.

1. Pada kolom pencarian Windows, ketikkan Windows Security kemudian pilih Windows Security (App).

Apakah Windows Defender perlu di update?
Windows Security

2. Klik Turn On pada setiap pilihan proteksi terutama Virus & threat protection dan Firewall & network protection.

Apakah Windows Defender perlu di update?

3.  Untuk memeriksa pembaruan, klik Virus & threat protection.

Apakah Windows Defender perlu di update?

4. Gulir ke bawah, pilih Check for updates.

Apakah Windows Defender perlu di update?

7. Update.

# Pertanyaan:

Apa yang akan terjadi jika Windows Defender saya nonaktifkan, sementara tidak ada aplikasi antivirus lain di komputer Windows saya?

Komputer kamu akan menjadi rentan terhadap serangan pengintai, hal yang biasa terjadi adalah Windows kamu terinfeksi ransomware sehingga file-file yang ada di komputer kamu terenkripsi dan tidak dapat dibuka, dalam banyak kasus, data kamu tidak dapat diselamatkan.

Apakah Windows Defender melakukan scan otomatis?

Layaknya antivirus pada umumnya, Windows Defender melakukan scan dan tindakan otomatis terhadap berbagai file yang berpotensi membahayakan komputer kamu. Artinya, Windows Defender akan selalu berjalan saat komputer menyala, sangat tidak disarankan untuk mematikan service Windows Defender.

Bagaimana cara menonaktifkan Windows Defender?

Beberapa aplikasi yang aman digunakan bisa saja dianggap sebagai malware oleh Windows Defender. Hal ini karena karakteristik aplikasi yang masuk lebih dalam ke sistem. Pertimbangkan dan pastikan aplikasi tersebut aman, kamu bisa menonaktfikan Windows Defender dengan cara:

1. Klik Windows Security seperti langkah pertama di atas.

2. Pilih Virus & threat protection.

3. Klik Manage Settings pada Virus & threat protection settings.

4. Switch Off Realtime protection, Cloud-delivered protection, Automatic sample submission, dan Tamper protection.

Perlukah memasang antivirus lain selain Windows Defender?

Perlu, untuk memberikan proteksi tambahan terhadap komputer kamu dan keamanan yang tidak bergantung pada Windows Defender. Ada kalanya antivirus lain seperti Avast atau Avira lebih cepat memperbarui database virus sehingga komputer kamu akan lebih terlidungi dari jenis virus terbaru.

Artikel ini berisi

  • Tentang Windows Defender (Alias Microsoft Security Essentials)
  • Apakah Windows Defender Cukup Baik?
  • Persaingan: Windows Defender vs Antivirus Gratis
  • Merek Teratas yang Tidak Berhasil:

Kekurangan waktu? Inilah alternatif Windows Defender premium terbaik:

  • 🥇 Norton. Lebih baik dari Windows Defender dalam segala hal. Norton memiliki tingkat deteksi virus yang lebih tinggi, perlindungan web yang lebih baik, memiliki lebih banyak fitur keamanan tambahan, antarmuka yang lebih intuitif, serta cakupan lebih banyak platform dan sistem operasi.
    • Coba Norton sekarang (bebas risiko 60 hari).

Beberapa tahun yang lalu, orang-orang marah sekali karena Windows Defender sangat tidak berguna. Pada dasarnya, virus dijamin akan masuk kalau Anda menggunakan perangkat lunak tersebut sebagai satu-satunya perlindungan PC.

Namun baru-baru ini, Windows sudah mengubah Defender menjadi antivirus gratis yang lumayan bagus. Misalnya, Microsoft baru-baru ini memperbarui Defender dengan menyertakan sandboxing dan deteksi malware berbasis cloud — yang meningkatkan perlindungan secara keseluruhan dan mempercepat deteksi ancaman.

Meskipun demikian, para pembaca terus mengajukan tiga pertanyaan berikut kepada kami:

  1. Apakah Windows Defender cukup cepat untuk menghapus ancaman tanpa memperlambat PC saya?
  2. Bisakah dia menangani ancaman jahat yang serius seperti ransomware dan spyware?
  3. Apakah dia cukup baik untuk digunakan sebagai antivirus mandiri, atau ada yang lebih baik?

Selama pengujian yang saya lakukan, Windows Defender gagal memblokir sejumlah program jahat agar tidak berjalan.

Juga, dia tidak dilengkapi fitur tambahan yang menurut saya penting untuk keamanan data lengkap, seperti VPN terpadu. Walaupun Defender bagus, saat ini saya tidak akan mempercayainya untuk sepenuhnya melindungi PC saya.

Karena Windows Defender antivirus gratis, sepertinya saya akan membandingkannya dengan antivirus gratis lain untuk melihat mana yang menawarkan perlindungan terbaik.

Tentang Windows Defender (Alias Microsoft Security Essentials)

Apakah Windows Defender perlu di update?

Banyak alasan untuk menyukai Windows Defender, terutama karena Microsoft sudah bekerja sangat keras untuk memperbaikinya selama beberapa tahun terakhir. Perangkat lunak itu kini menawarkan:

  • Deteksi ancaman real-time.
  • Perlindungan firewall.
  • Kontrol orang tua.
  • Pustaka perlindungan virus berbasis cloud (untuk mempercepat kinerja keseluruhan).

Jadi setelah perangkat lunak tersebut di-upgrade besar-besaran, saya mulai bertanya-tanya apakah saya perlu menggunakan antivirus lain, atau cukup mengandalkan Windows Defender saja untuk melindungi PC.

Apakah Windows Defender Cukup Baik?

Sekali lagi, Microsoft sudah melakukan peningkatan yang sangat besar selama beberapa tahun terakhir. Tetapi masih ada sejumlah hal yang tidak saya sukai terkait Defender:

  • Kontrol orang tua terbatas di peramban Microsoft.
  • Di peramban non-Microsoft (seperti Chrome dan Firefox), fitur keamanan Internet harus diinstal terpisah.
  • Perlindungan real-time gagal memblokir beberapa file berbahaya selama pengujian.
  • Navigasi cukup sulit bagi pengguna pertama kali.
  • Tidak dilengkapi VPN atau pengelola kata sandi terintegrasi.
  • Microsoft kurang rutin memperbarui database mereka agar tetap terkini.

Berita baiknya adalah bahwa Windows Defender dapat digunakan secara bersamaan dengan antivirus gratis lainnya, sehingga perlindungan malware Anda menjadi jauh lebih aman.

Banyak program antivirus gratis lainnya menawarkan perlindungan virus dan malware yang lebih baik dibandingkan Defender, dan terkadang mereka menawarkan fitur keamanan tambahan yang belum dimasukkan Microsoft di perangkat lunak itu, seperti jaringan pribadi virtual (VPN) dan pengelola kata sandi. Tetapi antivirus ini juga dapat dibatasi di bagian lain, seperti perlindungan real-time. Itu sebabnya memadukan antivirus lain dengan Defender bisa menciptakan perlindungan PC yang layak.

Namun, meskipun memadukan Defender dengan antivirus gratis lainnya, saya tidak akan pernah percaya data saya 100% terlindungi. Karena saya menyimpan banyak informasi sensitif — kata sandi, info perbankan/kartu kredit, gambar yang tersimpan puluhan tahun — di komputer Windows saya, saya lebih suka menghabiskan beberapa dolar sebulan untuk antivirus murah seperti Norton 360 daripada direpotkan oleh antivirus gratis.

Persaingan: Windows Defender vs Antivirus Gratis

TotalAV vs. Windows Defender

Apakah Windows Defender perlu di update?

TotalAV mudah digunakan, dan menawarkan perlindungan yang sangat bagus untuk PC. Antivirus gratisnya dilengkapi beragam alat yang bagus, di antaranya fitur optimisasi PC — yang sudah lebih baik dibandingkan Windows Defender. Alat optimisasi PC gratisnya cukup bagus. Junk Cleaner-nya memindai perangkat saya dan membebaskan hampir 4 GB ruang hard drive yang berharga.

Selama pengujian, dia mendeteksi dan memblokir semua sampel file malware. Tetapi, Anda harus meng-upgrade agar dapat menerapkan perlindungan real-time — fitur yang disertakan gratis di Windows Defender.

Versi berbayarnya mengaktifkan Safe Browsing VPN yang dilengkapi data tak terbatas, pengelola kata sandi, dan Ad Block Pro. Windows Defender tidak menawarkan fitur-fitur ini, tetapi merek antivirus gratis lainnya, seperti Kaspersky, menawarkan fitur serupa dengan gratis.

Meskipun TotalAV versi premium merupakan salah satu produk antivirus PC terbaik di pasaran, versi gratisnya sangat sepadan dengan Windows Defender dalam hal perlindungan PC dasar. Tetapi dengan fitur tambahan, seperti alat optimisasi PC, dan tidak tersedianya perlindungan real-time, TotalAV cukup bagus untuk dipadukan dengan Windows Defender.

Intinya:

TotalAV menyuguhkan antarmuka yang mudah digunakan, dan menawarkan banyak hal dari segi fitur dan fungsionalitas — dengan alat optimisasi PC yang sangat bagus untuk meningkatkan kinerja perangkat. Walaupun dia tidak memberikan perlindungan real-time secara gratis, Anda bisa meng-upgrade ke versi berbayar untuk mengaktifkan fitur tersebut. Saya suka menggabungkan perangkat lunak gratis TotalAV dengan Windows Defender — agar dapat mengoptimalkan PC sekaligus menerapkan perlindungan malware secara real-time.

Kunjungi TotalAV

Baca ulasan lengkap TotalAV di sini >

Kaspersky vs. Windows Defender

Apakah Windows Defender perlu di update?

Kaspersky memiliki rangkaian alat keamanan siber gratis dan sangat bagus untuk PC sehingga menjadi pilihan yang jauh lebih baik daripada Windows Defender.

Pemindai malware yang disertakan dalam Security Cloud Free Kaspersky sepenuhnya berbasis cloud — artinya database-nya terus diperbarui dengan ancaman malware terbaru. Walaupun Windows Defender memang punya opsi perlindungan cloud, dia tidak 100% berbasis cloud seperti Security Cloud Free — artinya dia tidak ringan atau cepat.

Selama pengujian, dia memblokir semua situs phishing yang coba saya akses di peramban Edge. Dia juga mendeteksi semuanya kecuali satu file sampel malware (yang kemudian dia kenali ketika saya menjalankan file ‘.exe’). Dan Kaspersky jauh lebih sering diperbarui dibandingkan Windows Defender, sehingga Kaspersky selalu menawarkan perlindungan berkualitas tinggi.

Saya juga lebih suka antarmuka Kaspersky — Windows Defender sulit saya navigasi ketika pertama kali saya mencoba menggunakannya.

Seperti disebutkan di ulasan mendalam kami, antivirus gratis Kaspersky juga dilengkapi VPN dan pengelola kata sandi — dua alat yang tidak disediakan Windows Defender. VPNnya cukup bagus dalam hal kecepatan. Saya mendapatkan kuota data harian sebesar 200 MB — sama dengan VPN gratisnya Bitdefender. Pengelola kata sandinya juga cukup bagus, terutama untuk alat yang gratis. Tapi saya lebih suka menggunakan aplikasi pengelola kata sandi terpisah, seperti Dashlane.

Intinya:

Security Cloud Free Kaspersky menyediakan fitur dan perlindungan keseluruhan yang jauh lebih baik daripada Windows Defender. Dia lebih cepat daripada pemindaian malware Windows Defender, dan juga punya tingkat deteksi malware yang hampir sempurna. Saya kecewa karena sejumlah fitur, seperti PC Cleaner, perlu di-upgrade. Fitur optimasi PC yang serupa juga disertakan di perangkat lunak antivirus gratis lain, misalnya TotalAV. Namun, pengelola VPN dan kata sandi terintegrasi — alat yang tidak disertakan di Windows Defender — adalah yang menjadikan perangkat lunak gratis Kaspersky sebagai pilihan yang jauh lebih baik.

Kunjungi Kaspersky

Baca ulasan lengkap Kaspersky di sini >

Avira vs. Windows Defender

Apakah Windows Defender perlu di update?
Antivirus PC Avira menawarkan banyak fitur — bahkan di versi gratisnya.

Tersedia:

  • Perlindungan malware real-time.
  • Firewall terintegrasi.
  • VPN gratis (dengan data 500 MB per bulan).
  • Deteksi ancaman zero-day.
  • Perlindungan phishing berbasis peramban.

Pemindai malware Avira kinerjanya sempurna selama pengujian, mendeteksi 100% file sampel malware di perangkat saya — lebih baik dari Windows Defender. Saya sangat terkesan dengan opsi “Custom scan” yang memungkinkan saya untuk hanya memindai malware tertentu seperti ransomware dan rootkit.

Avira Prime (diskon 40% ada di sini) mengaktifkan fitur-fitur tambahan seperti pengelola kata sandi dan alat optimisasi PC — keduanya cukup bagus. Prime juga dilengkapi pemindaian USB, tapi Windows Defender sudah menawarkan pemindaian perangkat eksternal, jadi menurut saya Avira harus dilengkapi dengan ini di perangkat lunak gratisnya.

Intinya:

Mesin deteksi dan pemindaian malware secara real-time milik Avira kinerjanya jauh lebih baik dibandingkan Defender di pengujian saya. Perusahaan tersebut menyertakan VPN yang cukup baik, tetapi versi antivirus gratisnya tidak disertai fitur-fitur utama, seperti pemindaian USB, yang sudah disertakan di Windows Defender. Ada juga beraneka fitur premium yang baik — antara lain, pengelola kata sandi dan alat optimisasi PC — sehingga Avira menjadi pelengkap yang baik bagi Windows Defender.

Kunjungi Avira

Baca ulasan lengkap Avira di sini >

Bitdefender vs. Windows Defender

Apakah Windows Defender perlu di update?

Mesin pemindaian malware canggih milik Bitdefender mendeteksi 100% file malware di PC saya dan langsung menghapus sisa file-file ‘.exe’ ketika saya mencoba menjalankannya — jauh lebih baik ketimbang pengalaman saya dengan Defender.

Meskipun versi gratis dari perangkat lunak ini cukup basic dalam hal fitur, dia juga dilengkapi mesin malware Bitdefender yang terkenal di dunia. Dia sangat ringan, dan secara keseluruhan, menurut saya jauh lebih mudah digunakan daripada Windows Defender.

Kisaran paket berbayarnya Bitdefender (yang semuanya menyediakan uji coba gratis) dilengkapi sejumlah alat hebat — pemindaian yang lebih bisa disesuaikan, VPN terintegrasi, kontrol orangtua, dan alat perbankan yang aman. Sekali lagi, walaupun opsi pemindaian yang ditawarkan Defender cukup baik, dia tidak punya alat tambahan seperti VPN dan kontrol orangtua.

Menurut pendapat saya, berkat fitur perlindungan ransomware premiumnya yang bernama Safe Files, Bitdefender menjadi pilihan yang jauh lebih baik daripada Windows Defender. Safe Files mencegah ransomware mengakses file dan memunculkan pesan pop-up setiap kali aplikasi jahat mencoba mengakses atau mengenkripsi data PC. Tetapi sekali lagi, fitur tersebut hanya tersedia di versi berbayar (uji coba gratis 30 hari di sini).

Intinya:

Mesin pemindaian Bitdefender jauh lebih baik dalam mendeteksi malware dibandingkan Windows Defender. Versi gratis Bitdefender ringan tetapi sangat tangguh, dan dia pada dasarnya hanya mesin pemindaian (dengan perlindungan real-time). Bitdefender versi premium menawarkan fitur-fitur canggih yang tidak ada di Defender, seperti VPN dan kontrol orangtua. Dan perlindungan ransomware Bitdefender juga jauh lebih baik daripada Defender — sehingga dia sepadan dengan harga upgrade-nya.

Kunjungi Bitdefender

Baca ulasan lengkap Bitdefender di sini >

Malwarebytes vs. Windows Defender

Apakah Windows Defender perlu di update?

Secara teknis, Malwarebytes bukan antivirus, tetapi versi Premium dari Malwarebytes adalah produk anti-malware yang fantastis, yang merupakan antivirus mandiri tangguh untuk PC. Dia menawarkan perlindungan tingkat lanjut terhadap berbagai ancaman, di antaranya serangan zero-day dan ransomware.

Malwarebytes Free sangat terbatas dalam hal fitur — sebagaimana tercantum di ulasan kami, dia hanya menawarkan pemindaian malware dan tidak menyediakan perlindungan secara real-time. Tapi dia berjalan baik dengan Windows Defender. Mesin anti-malware Malwarebytes yang kuat mampu mendeteksi malware yang terlewatkan oleh Defender. Sebaliknya, Defender menyediakan perlindungan real-time, firewall, dan alat sandboxing yang tidak disediakan oleh Malwarebytes Free guna memastikan agar virus tidak bisa menginfeksi komputer.

Dasbor Malwarebytes sangat mudah digunakan. Saya suka sekali bagaimana semuanya tertata rapi, dengan tombol sederhana — sangat cocok bagi pengguna yang gagap teknologi.

Tapi jangan mengandalkan Malwarebytes versi gratis saja. Anda perlu menggabungkannya dengan Defender, atau memilih paket Premium murah Malwarebytes.

Intinya:

Versi gratis Malwarebytes bagus untuk mendeteksi dan menghapus malware dari PC. Namun, dia kurang bagus kalau dipergunakan sebagai perangkat lunak antivirus mandiri karena tidak adanya fitur-fitur penting seperti perlindungan real-time. Malwarebytes Free dan Windows Defender berfungsi dengan sangat baik kalau digabungkan. Namun untuk perlindungan tingkat lanjut, Anda harus meng-upgrade ke Malwarebytes Premium.

Kunjungi Malwarebytes

Baca ulasan lengkap Malwarebytes di sini >

Pilihan-pilihan Lain

Banyak tersedia pilihan antivirus-antivirus gratis lainnya yang sangat bagus, semisal Sophos Home dan Trend Micro yang menawarkan fitur-fiturnya sendiri dan kinerja yang mengesankan.

Dan seperti mayoritas orang, Anda mungkin punya beberapa perangkat. Beberapa perusahaan antivirus seperti Panda menawarkan perlindungan yang lebih baik untuk beberapa perangkat (di berbagai sistem operasi) secara serempak, sehingga pilihan ini bagus bagi keluarga yang mencari perlindungan total untuk semua perangkat.
Lihatlah daftar program antivirus gratis terbaik untuk Windows ini untuk melihat rekomendasi terbaru kami.

Merek Teratas yang Tidak Berhasil:

  • Avast/AVG. Avast (yang juga memiliki AVG) adalah salah satu antivirus gratis paling populer di luar sana, dan banyak pengguna Windows mengunduhnya untuk menggantikan Windows Defender bawaan. Tetapi perangkat lunak antivirus Avast memiliki masalah privasi yang sangat serius. Perusahaan induk di balik Avast kedapatan menjual data kebiasaan menjelajah (dan terkadang informasi pribadi) orang-orang yang menggunakan produk antivirus gratis mereka. Ini adalah salah satu masalah menggunakan antivirus “gratis”, Anda akan selalu “membayar” dengan sesuatu.

Apakah Windows Defender cukup bagi kita agar tetap terlindungi?

Tergantung apa yang Anda maksud dengan “cukup”. Windows Defender menawarkan perlindungan keamanan siber yang layak, tetapi tidak sebagus kebanyakan perangkat lunak antivirus premium. Kalau Anda hanya mencari perlindungan keamanan siber yang basic, maka ya betul, Windows Defender juga boleh. Tapi kalau Anda punya banyak informasi sensitif di perangkat Anda yang mungkin menarik peretas — data perbankan, detail login, file pribadi — maka jawabannya adalah tidak, dia tidak “cukup”.

Dapatkah Windows Defender menghapus malware?

Ya. Kalau Windows Defender mendeteksi malware, dia akan menghapusnya dari PC Anda. Tetapi, karena Windows tidak rutin memperbarui definisi virus Defender, malware terbaru tidak akan terdeteksi, dan karenanya, kalau Anda mengandalkan Windows Defender sebagai satu-satunya antivirus, maka seluruh PC Anda berisiko terinfeksi.

Di pasaran tersedia antivirus Windows gratis yang lebih baik dan rutin diperbarui. Namun tidak ada antivirus gratis yang sanggup menawarkan jenis perlindungan malware yang terjamin seperti yang bisa ditawarkan oleh program anti-malware terbaik.

Dapatkah Windows Defender melindungi dari penipuan phishing?

Secara umum, ya. Ekstensi Windows Defender Browser Protection dirancang untuk melindungi dari beragam ancaman keamanan siber online, di antaranya email phishing dan situs jahat yang berupaya mencuri informasi pribadi Anda.

Tetapi perlindungan phishing yang ditawarkan itu bersifat basic, dan Windows kurang sering memperbarui Defender agar mampu mengatasi ancaman ini. Jauh lebih aman menggunakan antivirus premium murah seperti Norton untuk tetap terlindung dari serangan phishing.

Apakah Windows Defender gratis?

Betul. Windows Defender gratis untuk semua PC yang menginstal Windows 7, Windows 8.1, atau Windows 10. Tapi ada antivirus-antivirus Windows gratis yang lebih baik di pasaran.

Haruskah saya mengganti Windows Defender dengan antivirus lain?

Walaupun Windows Defender sudah menunjukkan banyak kemajuan selama beberapa tahun terakhir, Windows belum konsisten memperbarui perangkat lunaknya seirama dengan tren malware terbaru.

Dengan menggunakan Windows Defender sebagai antivirus mandiri, meskipun jauh lebih baik daripada tidak menggunakan antivirus sama sekali, Anda tetap rentan terhadap ransomware, spyware, dan bentuk malware canggihn sehingga Anda mungkin akan kalang kabut kalau diserang.

Kami dari SafetyDetectives merekomendasikan salah satu opsi berikut:

  • Opsi 1: Kombinasikan Windows Defender dengan Malwarebytes. Ini akan menciptakan antivirus yang kuat (Windows Defender) dan program anti-malware yang kuat (Malwarebytes) yang bekerja sama untuk menawarkan perlindungan yang cukup baik. Kalau Anda mencari keamanan tingkat lanjut yang akan mengalahkan antivirus-antivirus lain, gabungkan Windows Defender dengan Malwarebytes versi premium agar menjadi salah satu pertahanan siber yang terbaik dan terpintar.
  • Opsi 2: Pilih antivirus gratis yang lebih baik untuk menggantikan Windows Defender. Semua opsi di atas dirancang khusus untuk menawarkan perlindungan virus dan malware terbaik, sedangkan Windows Defender hanya dirancang untuk menyediakan perlindungan paling dasar. Sekali lagi, Windows Defender sah-sah saja, tapi banyak tersedia pilihan yang lebih baik di luar sana. Lihat rekomendasi terbaru dari SafetyDetectives tentang antivirus gratis terbaik untuk Windows.
  • Opsi 3: Jamin perlindungan PC Anda dengan antivirus premium. Tidak ada antivirus gratis yang menawarkan perlindungan 100% untuk Anda, dan Windows Defender berulang kali terbukti rentan terhadap malware, ransomware, dan spyware. Demi menjaga Anda dan PC Anda agar tetap aman, tidak diperlukan biaya besar, jadi menghabiskan sekian dolar sebulan untuk antivirus premium merupakan cara terbaik untuk melindungi diri sendiri dan menjamin keamanan siber Anda.

Antivirus Windows Premium Terbaik dari SafetyDetectives (DIPERBARUI 2022):

Tentang Penulis

Apakah Windows Defender perlu di update?

Tentang Penulis

Katarina adalah penggemar teknologi yang berspesialisasi dalam produk keamanan siber, perlindungan data, dan mempertahankan praktik yang kuat untuk keamanan online secara umum. Ketika ia tidak menjalankan tugasnya sebagai "Detektif Keamanan", ia suka bermain dengan kedua kucingnya, menonton drama kriminal, mencicipi anggur berkualitas, dan membaca tentang asal usul alam semesta.

Apakah antivirus harus di update?

Kalau antivirus tidak diupdate, antivirus yang Anda gunakan tidak bisa mengenali virus baru tersebut. Jadi, ya bahaya kan? Bisa jadi virus baru itu merusak data Anda, karena virus juga merusak data lo... Bisa jadi juga akan merusak sistem komputer Anda sehingga membuatnya lambat, sering restart sendiri, dan lain-lain.

Apakah Windows Defender perlu diaktifkan?

Misalnya saat salah mendeteksi file sebagai virus atau saat kita menginstall game dan aplikasi tertentu yang terdeteksi sebagai virus. Nah, agar Windows tetap aman maka tentu kita harus mengaktifkan windows defender kembali. Sebenarnya untuk mengaktifkan antivirus ini caranya sangat mudah yaitu melalui menu Settings.

Apa yang terjadi jika Windows Defender dimatikan?

Lantas, yang sering menjadi pertanyaan adalah, apakah tidak apa-apa jika kita tidak mengaktifkan Microsoft Defender? Jawabannya adalah, tidak apa-apa. Kebanyakan virus dan malware saat ini tidak akan langsung menginfeksi perangkat yang kita gunakan selama tidak ada input yang kita lakukan.

Apakah Windows 11 masih butuh antivirus?

Windows 10 dan 11 menyertakan Keamanan Windows, yang menyediakan perlindungan antivirus terbaru. Perangkat Anda akan dilindungi secara aktif sejak Anda memulai Windows.