Berikut ini yang termasuk limbah organik adalah

3 menit

Limbah organik merupakan sisa proses produksi atau sampah yang bisa terurai lewat proses alami. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti menghasilkan limbah tersebut. Apa saja, sih, yang termasuk contoh limbah organik?

Limbah organik mengendap ke dalam tanah, dasar sungai, danau, atau laut.

Proses tersebut bakal memengaruhi organisme kehidupan.

Namun, jangan khawatir karena mekanisme ini akan terurai dengan mudah.

Pasalnya, sampah organik memuat zat kimia yang bersifat stabil dan tidak terikat.

Berbagai jenis sampah organik atau limbah organik nantinya bakal membusuk dalam waktu yang relatif cepat.

Tak hanya itu, bentuknya pun akan menyusut menjadi lebih kecil dan tidak berbau.

Lalu, apa saja, sih, yang termasuk contoh sampah organik?

Simak ulasan lengkapnya di bawah ini, ya.

8 Contoh Limbah Organik

1. Limbah Sisa Makanan

Makhluk hidup membutuhkan makan untuk menghasilkan energi dan bertahan hidup.

Nah, sisa makanan, apa pun itu, akan menjadi limbah organik.

Dari banyaknya sisa makanan itu tadi, beberapa di antaranya masih bisa dimanfaatkan untuk didaur ulang.

Salah satunya yakni berfungsi sebagai pupuk organik dan akan menghasilkan materi akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman.

Maka, ada baiknya sisa makanan yang dihasilkan jangan dibuang begitu saja.

Kamu bisa memanfaatkannya sebagai pupuk.

2. Sampah Organik yang Berasal dari Kulit Biji

Siapa sangka jika sampah yang berasal dari kulit biji seperti kacang-kacangan juga bisa dimanfaatkan untuk dibuat pupuk organik.

Lebih spesifik, contoh limbah organik dari kulit biji di antaranya kulit biji mete dan biji bunga matahari.

3. Limbah Tulang Ikan

Contoh sampah organik selanjutnya yaitu tulang ikan.

Umumnya, sampah jenis ini sering berasal dari resto atau kafe.

Dalam salah satu jurnal yang diunggah ugm.ac.id, limbah tulang ikan ditengarai memiliki nilai ekonomi, lo.

Namun, perlu pengolahan yang tepat sehingga limbah tulang ikan bisa bermanfaat.

4. Contoh Limbah Organik dari Kotoran Hewan

Kotoran hewan termasuk ke dalam contoh limbah organik yang cukup menguntungkan, terutama untuk kamu yang memiliki tanaman hias.

Biasanya beberapa kotoran hewan yang umum dipakai untuk pupuk yaitu kotoran sapi, kotoran kambing, atau kotoran ayam.

Kotoran hewan tersebut bisa dibuat pupuk kandang.

Untuk diketahui, pupuk kandang mengandung unsur hara makro dan mikro yang baik untuk tanah dan menyuburkan tanaman.

5. Sampah Organik dari Sisa Kayu

sumber: tentangkayu.com

Sisa kayu juga termasuk contoh limbah organik yang bisa kamu manfaatkan, lo.

Limbah jenis ini bisa kamu daur ulang menjadi beragam jenis furnitur sederhana.

Misalnya saja untuk hiasan lampu, art work, dan lain sebagainya sehingga menghasilkan karya seni yang memiliki nilai jual.

6. Limbah Organik dari Daun-Daun 

sumber: kibrispdr.org

Daun-daun yang berserakan di halaman rumah atau jalanan termasuk ke dalam sampah organik.

Sama halnya dengan contoh sampah organik lainnya, daun-daun ini juga dapat menguntungkan jika kamu olah menjadi pupuk kompos.

Pupuk ini bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan bahan organik tanah.

7. Contoh Limbah Organik Sisa Rumput

Pernah memotong rumput yang meninggi di pekarangan rumah?

Sisa-sisa rumput yang terpotong itu termasuk ke dalam contoh limbah organik.

Persis dengan daun, rumput ini juga bisa kamu olah menjadi pupuk kompos.

8. Kotoran Manusia atau Tinja

Kotoran manusia atau human excreta merupakan salah satu alternatif yang belum banyak mendapat perhatian masyarakat untuk sumber bahan baku pupuk organik berkualitas.

Tak hanya itu, limbah yang satu ini juga bisa menghasilkan energi terbarukan berupa biogas, lo.

Nah, ternyata dari berbagai contoh sampah organik yang tertulis, terkandung banyak manfaat yang bisa kita ambil.

2 Jenis Sampah Organik

Kini, setelah mengenal contoh limbah organik, ada baiknya mengenal dua jenis sampah organik.

1. Sampah Organik Basah

sumber: mmc.kalteng.go.id

Sesuai namanya, jenis limbah organik ini adalah sampah organik yang banyak mengandung air.

Beberapa contoh yang termasuk ke dalam sampah organik basah yaitu sisa sayur, kulit pisang, buah yang busuk, kulit bawang, dan lain sebagainya.

2. Sampah Organik Kering

sumber: kantongsampah.com

Sementara itu, sampah organik kering adalah sampah yang kandungan airnya sangat rendah.

Contohnya yakni kayu, ranting pohon, daun-daun atau rumput kering, dan lain-lain.

***

Semoga ulasannya bermanfaat ya.

Ikuti terus informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Jika kamu sedang mencari hunian di daerah Bandung, rumah di Buah Batu bisa jadi pilihan yang cocok.

Kunjungi www.99.co/id untuk informasi lebih detail.

Limbah anorganik adalah limbah yang tidak dapat diuraikan oleh bakteri (dekomposer). Limbah ini tidak dapat membusuk, oleh karena itu dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Contoh limbah anorganik adalah plastik, kaleng bekas, dan pecahan kaca.

Sisa bahan makanan atau sampah rumah tangga biasanya dibuang begitu saja. Sampah bisa diartikan sebagai barang yang sudah tidak terpakai lagi, lalu dibuang oleh pemakainya. Namun, tak jarang beberapa sampah justru dapat dikelola atau didaur ulang dengan prosedur yang tepat.

Selain itu, ada pula yang disebut dengan istilah limbah, yakni sampah yang dihasilkan dari proses kegiatan produksi, sumber limbah di antaranya dari proses kegiatan pertanian, industri, pertambangan dan rumah tangga. Limbah terbagi menjadi dua jenis, yakni limbah organik dan anorganik.

Limbah organik merupakan limbah yang tersusun dari bahan-bahan organik dan dapat terurai melalui proses biologis. Limbah tersebut akan menimbulkan bau tak sedap saat membusuk, sehingga perlu penanganan tepat untuk mencegah terjadinya polusi udara. Salah satu penanganan yang efektif adalah mengolahnya menjadi pupuk organik.

Baca Juga

Limbah organik memiliki ciri-ciri yang bisa memudahkan Anda dalam mengenalinya. Ciri umum dari limbah jenis organik di antaranya:

  1. Umumnya, limbah organik mempunyai kandungan air dengan kadar yang banyak. Selama proses pembusukan, kandungan air yang terdapat di dalam limbah tersebut akan menguap hingga akhirnya mengering.
  2. Limbah organik berasal dari sisa bahan alam atau merupakan hasil olahan manusia, tak melalui proses panjang dan di dalamnya memuat banyak zat kimiawi.
  3. Limbah cenderung mudah membusuk, tanpa perlu melewati berbagai proses pengolahan. Hal itu dapat dibuktikan saat Anda menemukan limbah atau sampah yang hendak hancur, meski hanya dibiarkan selama beberapa waktu tanpa menjalani berbagai proses.
  4. Mikroba atau kuman pengurai yang ada di dalam atau dasar tanah, mampu menghancurkan limbah atau sampah. Dengan kata lain, apabila mengubur atau memendam limbah organik di dalam tanah dengan cara yang benar seperti di dalam atau dasar tanah, tak akan tercemar.

Baca Juga

Limbah organik terbagi menjadi dua jenis, yakni limbah organik basah dan limbah organik kering.

Tahukah Anda, bahwa sampah organik membutuhkan waktu yang berbeda-beda hingga bisa terurai hancur secara sempurna? Salah satu hal yang menjadi pembedanya adalah, tingkat kekerasan sampah yang dapat dibedakan berdasarkan jenis limbah tersebut. 

Advertising

Advertising

Berikut dua contoh jenis limbah organik yang bisa ditemui di sekitar Anda:

1. Limbah Lunak Organik

Limbah lunak organik merupakan salah satu jenis limbah yang di dalamnya masih terdapat banyak kandungan air. Tidak hanya itu saja, biasanya limbah jenis ini memiliki tingkat kekerasan yang rendah atau lebih empuk, sehingga bakteri akan lebih mudah untuk mengolah dan menghancurkan limbah.

Di bawah ini adalah beberapa contoh limbah lunak organik yang perlu Anda ketahui:

  1. Sisa bahan makanan seperti sayur dan buah-buahan termasuk ke dalam limbah lunak organik.
  2. Sisa hasil dapur, ini perlu dipisahkan dari limbah lainnya karena masih bisa dimanfaatkan untuk hal lain, seperti menjadi kompos atau mencoba untuk mengeringkannya dan diolah kembali menjadi sebuah bahan prakarya menarik.
  3. Limbah kotoran makhluk hidup juga termasuk ke dalam limbah lunak organik. Limbah ini bisa Anda olah kembali untuk menjadi pupuk kandang yang bermanfaat bagi tanaman di rumah Anda.

2. Limbah Keras Organik

Berbeda dari limbah lunak organik, limbah keras organik biasanya memiliki kandungan air dalam jumlah yang lebih sedikit. Karena kandungan airnya yang rendah mengakibatkan limbah keras organik membutuhkan waktu lebih lama untuk diolah dan hancur. Di bawah ini adalah beberapa contoh limbah keras organik yang ada di sekitar Anda:

  1. Tempurung kelapa termasuk ke dalam salah satu limbah keras organik karena tempurung memiliki kandungan air yang sedikit dan tekstur yang keras. Ketika Anda berkunjung ke pantai, mungkin Anda sering melihat tempurung kelapa yang sudah kering, namun masih keras dan belum hancur secara sempurna.
  2. Batang kayu yang berasal dari pohon yang ditebang juga termasuk ke dalam limbah keras organik. Batang kayu tidak mudah untuk hancur dan membutuhkan waktu yang lama meskipun Anda sudah menguburnya di dalam tanah. Salah satu cara yang bisa Anda gunakan untuk mempercepat proses penghancuran batang kayu adalah dengan memotongnya dalam ukuran yang kecil.
  3. Kulit telur adalah salah satu limbah rumah tangga yang masuk ke dalam limbah keras organik. Kulit telur yang keras mengakibatkan proses pendauran ulang membutuhkan waktu lebih lama, sehingga Anda harus mengolahnya dengan lebih baik dan berhati-hati.

Cara Memanfaatkan Limbah Organik

Mungkin Anda sering merasa bingung tentang bagaimana mengolah limbah organik yang berasal dari rumah tangga Anda. Limbah yang masih bisa didaur ulang sebaiknya tidak perlu dibuang bersamaan dengan limbah anorganik karena Anda masih bisa memanfaatkannya sendiri di rumah. Di bawah ini adalah beberapa contoh yang bisa Anda ikuti untuk memanfaatkan limbah organik rumah tangga dengan mudah:

1. Mengolah Limbah Dapur Menjadi Kompos

Limbah dapur merupakan salah satu penyebab masalah meningkatnya limbah pada setiap negara. Manfaatkan limbah di dapur seperti sisa sampah sayuran dan buah-buahan untuk menjadi pupuk kompos yang baik. Siapkan sebuah tempat sampah khusus untuk menyimpan sampah sayuran dan buah-buahan supaya tidak tercampur dengan sampah lainnya.

Sampah sayur dan buah yang sudah dipisahkan bisa Anda masukkan ke dalam tempat khusus yang Anda miliki untuk membuat kompos. Campurkan beberapa daun kering ke dalam tempat tersebut secara berulang hingga penuh lalu tutup dengan rapat. Setelah beberapa minggu, Anda bisa memanfaatkan pupuk kompos yang sudah dibuat untuk tanaman di rumah.

2. Memanfaatkan Kembali Bungkus Produk Makanan 

Ketika produk makanan yang Anda beli sudah habis, jangan terburu-buru untuk membuang bungkus dari produk makanan tersebut. Manfaatkanlah bungkus produk makanan yang masih bagus sebagai tempat penyimpanan dari makanan Anda yang lainnya. Pastikan untuk membersihkan bungkus produk makanan tersebut supaya tidak mencemari isi dari makanan yang Anda letakkan di dalamnya.

3. Manfaatkan Sisa Makanan 

Pernahkah Anda membuka kulkas dan melihat ada sisa bahan makanan dalam jumlah yang sedikit? Jangan langsung membuang sisa bahan makanan tersebut, karena sisa bahan makanan tersebut akan menjadi mubazir dan terbuang secara percuma. Kumpulkan sisa bahan makanan yang Anda miliki lalu olah bahan tersebut menjadi makanan yang kayak supaya tidak terbuang begitu saja.

4. Gunakan Kembali Tray Telur 

Ketika Anda berbelanja telur di pasar, penjual telur mungkin pernah memberikan tray tempat menyimpan telur untuk Anda bawa. Jangan langsung membuang tray tempat telur tersebut begitu saja, karena Anda masih bisa memanfaatkannya sebagai tempat untuk menyimpan telur sederhana di rumah. Pastikan untuk membersihkannya dengan baik supaya tidak ada kecoa yang bersarang dan hidup di dalamnya.

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA