Teknik boiling tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cairan berupa a air b susu c kaldu d minyak

Setelah kemarin BDR ke 3 Materi Pengolahan Bahan Pangan Buah Segar Menjadi Makanan dan Minuman, pada BDR ke 4, kalian melanjutkan mempelajari materi, setelah itu ada tugas yang harus dikerjakan, silahkan kalian pelajari materi berikut, bila perlu catat di buku pelajaran Prakarya, dan juga sebagai pendukung materi kalian pelajari Buku Paket dan Lembar Kerja Siswa (LKS).

D. Teknik Pengolahan Pangan

Adapun teknik dasar pengolahan bahan pangan dibedakan menjadi dua yaitu teknik pengolahan makanan panas basah (moist heat) dan teknik pengolahan panas kering (dry heat cooking).


1. Teknik Pengolahan Pangan  Panas Basah (Moist Heat)
  Teknik pengolahan makanan panas basah (moist heat) adalah mengolah bahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Suhu cairan pada teknik pengolahan makanan panas basah tidak pernah lebih dari suhu didih. Berikut ini yang termasuk teknik pengolahan pangan panas basah :

a. Teknik Merebus (boiling)

Teknik merebus (boiling) adalah mengolah bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih. Cairan yang digunakan dapat berupa air, kaldu, atau susu. Caranya bahan makanan dapat dimasukkan ke dalam cairan yang masih dalam keadaan dingin atau dalam air yang panas.

b. Teknik Merebus Menutup Bahan Pangan (poaching)

Teknik poaching ialah cara memasak bahan  makanan dalam bahan cair sebatas menutupi bahan makanan yang direbus dengan api kecil di bawah titik didih (92° - 96°C). Bahan makanan yang di-poach ini adalah bahan makanan yang lunak atau lembut dan tidak memerlukan waktu lama dalam memasaknya seperti buah-buahan, sayuran, telur, dan ikan. Cairan bisa berupa kaldu, air yang diberi asam, cuka, dan susu.

c. Teknik Merebus dengan Sedikit Cairan (braising)

Teknik braising adalah teknik merebus bahan makanan dengan sedikit cairan (kira-kira setengah dari bahan yang akan direbus) dalam panci tertutup dengan api dikecilkan secara perlahan-lahan. Efek dari braising ini sama dengan menyetup, yaitu untuk menghasilkan bahan makanan yang lebih lunak dan aroma yang keluar menyatu dengan cairannya.

d. Teknik Menyetup/Menggulai (stewing)

Stewing (menggulai/menyetup) adalah mengolah bahan makanan yang terlebih dahulu ditumis bumbunya, dan direbus dengan cairan yang berbumbu dan cairan yang tidak terlalu banyak dengan api sedang. Maksud dari dimasak dengan api sedang dan dalam waktu yang lama agar aroma dari bahan masakan keluar dengan sempurna. Pengolahan dengan teknik ini harus sering diaduk secara hati-hati agar tidak mudah hancur. Pada proses stewing, cairan yang dipakai yaitu air, susu, santan, dan kaldu.

e. Teknik Mengukus (steaming)

Teknik mengukus (steaming) adalah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Sebelum mengukus bahan makanan alat pengukus yang sudah berisi air harus dipanaskan terlebih dahulu hingga mendidih dan mengeluarkan uap, baru masukkan bahan makanan pada steamer atau pengukus. Uap air panas akan mengalir ke sekeliling bahan makanan yang sedang dikukus. Efek dari teknik ini ialah menjadikan makanan lebih lunak dan lembut. Nilai gizi bahan makanan tidak banyak yang hilang karena tidak bersentuhan langsung dengan air. Makanan yang diolah dengan cara ini yaitu puding, bolu, maupun sayuran, ikan dan ayam.

f. Teknik Mendidih (simmering)

Teknik simmering ini adalah teknik memasak bahan makanan dengan saus atau bahan cair lainnya yang dididihkan dahulu, kemudian api dikecilkan di bawah titik didih dan direbus lama, di mana di permukaannya muncul gelembung–gelembung kecil. Teknik ini biasanya digunakan untuk membuat kaldu yang mengeluarkan ekstrak dari daging yang direbus.

g. Teknik Mengetim

Teknik mengetim adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan dua buah panci yang berbeda ukuran, Salah satu panci berukuran lebih kecil. Cara ini memang memerlukan waktu yang lama, seperti membuat nasi tim dan cokelat.

 

Selanjutnya, kalian bisa pelajari buku paket Prakarya, halaman 179 dan seterusnya ... , kemudian juga sebagai pendiking bisa kalian pejalari juga Buku Lembar Kerja Siswa (LKS) halaman 53 dan seterusnya ...

 

Tugas Minggu Ke 4

Kerjakan Tugas Berikut ! (Tulis di lembar kertas folio dan jangan lupa beri identitas dan BDR 4), dikumpulkan sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

Tentukan satu buah yang ada disekitarmu. Jadikan hasil samping buah tersebut menjadi bentuk olahan makanan. Cari cara mengolahnya melalui media buku atau internet, tulislah pada kertas Folio berlogo SMP Negeri 2 Sragi, dan dikumpulkan sesuai jadwal.

Teknik memasak apa yang sering Moms aplikasikan? Mungkin, teknik memasak yang sudah dikuasai seperti menumis, menggoreng, dan merebus.

Namun, rupanya teknik memasak ini tak terbatas sampai di situ saja.

Ada banyak teknik lainnya yang mungkin saja belum Moms gunakan. Beberapa penamaan tekniknya bahkan mungkin terasa asing.

Hal tersebut karena penamaannya hanya dikenal para chef profesional.

Meski mungkin terlihat mirip bagi orang awam, beberapa teknik memasak memiliki perbedaan yang cukup detail.

Baca Juga: Harus Coba! Ini Rekomendasi Restoran Sate Ayam, Sate Kambing dan Sate Padang di Jakarta

Jenis-jenis Teknik Memasak

Teknik boiling tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cairan berupa a air b susu c kaldu d minyak

Foto: Perempuan Memasak (Freepik.com/senivpetro)

Nah, berbagai macam teknik memasak ini memang perlu Moms ketahui agar bisa memasak beragam resep makanan di rumah.

Apalagi, bagi Moms yang memiliki hobi memasak. Untuk lebih jelasanya, dikutip dari Webstaurantstore, berikut adalah beberapa teknik memasak.

Baca juga: 7 Rekomendasi Kaldu Jamur untuk Melezatkan Masakan, Sudah Coba Moms?

1. Teknik Memasak dengan Merebus (Boiling)

Teknik boiling tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cairan berupa a air b susu c kaldu d minyak

Foto: Teknis Memasak dengan Merebus Makanan (Parenting.firstcry.com)

Teknik memasak yang satu ini terbilang yang paling mudah dan paling umum dikenal.

Teknik ini terbilang murah karena bisa digunakan untuk memasak dalam skala besar.

Biasanya teknik ini akan memasak makanan dengan suhu 100 ° Celcius, dimana makanan akan benar-benar direndam dalam air dan direbus sampai empuk.

Air mendidih menghasilkan gelembung besar, yang membuat makanan tetap bergerak saat dimasak.

Untuk alat yang digunakan, biasanya seperti panci (berbahan stainles, pirex, atau aluminium) sehingga cairan bisa menggenang.

Beberapa bahan makanan mungkin akan dimasukkan saat air masih dingin, namun ada pula yang harus menunggu ketika air sudah mendidih.

Bahan makanan yang dimasak dengan teknik ini akan lebih mudah dicerna dan kandungan gizi di dalamnya tetap terjaga kualitasnya. Sehingga teknik ini terbilang sehat.

Selain itu, merebus juga tidak akan menghilangkan rasa pada masakan sehingga cita rasa khasnya akan tetap terjaga.

Agar tidak memengaruhi warna makanan yang dihasilkan, maka perhatikan lamanya perebusan.

Terutama jika Moms akan merebus makanan yang mengandung vitamin B.

Sebab menurut National Research Council (US) Committee on Diet and Health, vitamin B dari makanan mudah larut di dalam air.

2. Teknik Memanggang (Grilling)

Teknik boiling tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cairan berupa a air b susu c kaldu d minyak

Foto: Teknik Memasak Memanggang Makanan (Foodal.com)

Memanggang atau dikenal dengan barbecuing adalah teknik memasak makanan di atas api langsung.

Teknik memanggang berbeda dengan baking karena bahan makanan akan secara langsung menyentuh sumber panas.

Makanan yang terkena api dan panas berasal dari bara yang berada di bawah perapian.

Untuk sumber panas yang dapat digunakan antara lain:

Agar bisa matang secara menyeluruh, lebih baik makanan dipotong kecil-kecil lalu baru diletakkan di atas tungku.

Agar bumbunya meresap ke dalam makanan, sebaiknya bumbui terlebih dahulu sebelum memanggangnya.

Selang beberapa menit, makanan harus dibalik agar matangnya bisa merata.

Untuk potongan makanan yang lebih besar biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk matang. Biasanya, butuh waktu 10-15 menit untuk memanaskan panggangan.

Baca juga: Daripada Beli, Yuk Coba 3 Resep Spaghetti Panggang yang Viral Ini!

3. Teknik Mengukus (Steaming)

Teknik boiling tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cairan berupa a air b susu c kaldu d minyak

Foto: Teknik Memasak Mengukus (Healthyoptions.com.ph)

Moms, pernah mendengar tentang steaming?

Steaming atau yang dikenal dengan teknik mengukus membuat bahan makanan tidak langsung menyentuh air, sehingga zat gizinya tidak banyak yang hilang.

Bahkan, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Zhejiang University. Science. B, mengungkap bahwa teknik memasak mengukus ini tidak menyebabkan kehilangan nutrisi, seperti klorofil, vitamin C, protein, gula, dibandingkan dengan teknik memasak lainnya.

Pengukusan juga bisa membuat tekstur makanan menjadi lebih empuk dan enak dibandingkan saat merebusnya.

Biasanya teknik ini digunakan dalam pembuatan kue dan lauk-pauk.

Kue yang dikukus nantinya akan mengembang sehingga tidak mengalami perubahan bentu dan tidak bertambah cairannya.

Saat proses pengukusan, air direbus secara terus-menerus untuk menghasilkan jumlah uap yang stabil.

Uap ini nantinya akan menyebar ke sekitar makanan hingga memasaknya secara merata sambil mempertahankan kelembapan.

Teknik memasak dengan mengukus memiliki beberapa cara di antaranya:

  • Menggunakan panci dan keranjang kukusan.
  • Menggunakan microwave.
  • Membungkus makanan dengan kertas timah agar dapat dikukus di dalam oven.

4. Teknik Roasting

Teknik boiling tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cairan berupa a air b susu c kaldu d minyak

Foto: Teknik Memasak Roasting (Culinaryagents.com)

Untuk makanan yang dimasak dengan teknik roasting, biasanya ditempatkan pada pan, rak, atau ditusuk pada batang stainless steel agar bisa diputar.

Untuk melezatkan masakan serta menjaga warnanya agar tetap bagus, Moms bisa mengoleskan makanan dengan butter/margarin sebelum proses roasting.

Hal ini juga membuat makanan agar lebih lembab sehingga tidak kering di bagian luarnya.

Setelah bahan makanan dimasukkan ke dalam oven, lalu tutup dan dibiarkan hingga matang.

Selama proses memasak, udara panas dari oven akan dialirkan ke smeua sisi makanan (atas, bawah, dan samping).

Memanggang dapat dilakukan pada suhu yang sangat rendah antara 200-350 derajat Fahrenheit untuk menghasilkan daging yang lebih keras.

Sementara suhu yang lebih tinggi hingga 450 derajat Fahrenheit untuk potongan yang lebih empuk.

Baca juga: 15+ Makanan yang Mengandung Asam Folat, Menyehatkan Janin

5. Teknik Baking

Teknik boiling tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cairan berupa a air b susu c kaldu d minyak

Foto: Teknik Memasak Baking Cupcake (Freepik.com/rostyslav84)

Baik itu roasting dan baking, merupakan teknik memasak yang keduanya menggunakan panas tidak langsung dan memasak dari semua sisi.

Istilah roasting digunakan saat memasak daging atau sayuran, sementara baking digunakan saat membuat roti, roti gulung, dan kue.

Secara teknis, metode keduanya ini sama, tetapi baking biasanya dilakukan pada suhu yang lebih rendah.

Alat yang digunakan sejenis oven yang memiliki kemampuan menyebarkan suhu panas untuk memanggang.

Memasak makanan dengan baking akan memanfaatkan panas dari (penghantar) uap udara panas di dalam oven agar makanan dapat matang.

Untuk oven sendiri ada 3 jenis, Moms, yaitu:

  • Oven api (oven kompor)
  • Oven listrik
  • Oven elektromagnetik (microwave)

Untuk panas dari oven terdiri dari bawah dan atas dimana keduanya bisa membuat makanan matang secara merata.

Selain untuk memasak makanan, baking bisa pula digunakan untuk mengawetkan bahan makanan sepeti buah-bbuahan untuk keripik atau herbs.

6. Teknik Poaching

Teknik boiling tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cairan berupa a air b susu c kaldu d minyak

Foto: Teknik Memasak Poaching Telur (Culinaryagents.com)

Kalau Moms pernah mencicipi poached egg, teknik memasak yang digunakan untuk membuatnya adalah poaching.

Berbeda dengan boiling, poaching menggunakan suhu yang lebih rendah. Suhu yang rendah rupanya membuat cita rasa makanan terinfusi dengan lebih maksimal.

Protein atau bahan yang dimasak tidak menjadi hancur sehingga teksturnya dapat dinikmati.

Namun, bukan hanya menggunakan air, pouching juga bisa menggunakan kaldu atau jus buah serta cuka dalam merendam bahan masakan.

Selain untuk telur, teknik poaching juga diaplikasikan pada ayam, ikan, dan buah. Cairan untuk poaching akan ditambah dengan cuka, wine atau jus lemon.

Baca juga: 3 Resep Sayur Lodeh yang Mudah dan Enak, Moms Pasti Bisa Memasaknya!

7. Teknik Menumis (Sauteing)

Teknik boiling tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cairan berupa a air b susu c kaldu d minyak

Foto: Teknik Memasak Menumis Makanan (Wondriumdaily.com)

Teknik memasak yang menggunakan sedikit minyak dikenal dengan menumis.

Minyak yang digunakan hanya sedikit untuk melapisi makanan agar berwarna kecoklatan. Metode memasak yang satu ini memasak makanan dengan cepat.

Minyak yang bisa Moms gunakan berupa minyak zaitun, butter atau margarin. Agar masakan bisa matang secara merata, maka Moms perlu membolak-balikannya.

Untuk mencapai hasil yang maksimal dengan menumis, pastikan wajan yang diminyaki sudah panas sebelum memasukkan makanan.

Alat yang digunakan adalah hot pan atau saute pan dengan dasar yang luas, mempunyai tangkau, dan sisinya lebih rendah.

Tangkai berfungsi untuk melakukan tossing (mengayun-ayun tanpa spatula).

8. Teknik Blanching

Teknik boiling tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cairan berupa a air b susu c kaldu d minyak

Foto: Teknik Memasak Blanching (Bbcgoodfood.com)

Merupakan cara memasak makanan dengan merebus sayuran atau buah ke dalam air yang sudah mendidih dalam waktu yang cukup singkat.

Sayuran yang menggunakan teknik ini adalah tipe sayuran yang akan disajikan dalam keadaan dingin, seperti:

Teknik memasak yang satu ini biasanya digunakan untuk mempersiapkan bahan makanan agar bisa diolah menjadi bentuk masakan lainnya.

Prosesnya dilakukan dengan memasukkan bahan makanan ke dalma air yang sudah mendidih dan sudah ditambah dengan satu sendok garam.

Selanjutnya, bahan makanan akan langsung dimasukkan ke dalam air es untuk menghentikan proses memasak.

Nah, air bekas belaching masih bisa Moms gunakan selama warnanya masih terlihat jernih.

Baca juga: 12 Cara Atasi Keracunan Makanan Basi Dengan Bahan Alami

9. Teknik Mendidih (Simmering)

Teknik boiling tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cairan berupa a air b susu c kaldu d minyak

Foto: Teknik Memasak Simmering (Welike2cook.com)

Teknik mendidih merupakan metode memasak yang menggunakan suhu lebih tinggi daripada merebus, biasanya rata-rata suhu adalah 100°C.

Kisaran suhu ini terletak di bawah titik didih dan menghasilkan gelembung-gelembung kecil. Itulah sebabnya sangat penting untuk mengecilkan api dalam simmering.

Biasanya para chef handal akan menggunakan teknik memasak ini untuk mencegah makanan mengalami kerusakan tekstur.

Meski sangat mirip degan teknik boiling, namun simmering menggunakan api yang lebih kecil, sehingga memakan waktu yang lebih lama.

Teknik simmering biasanya digunakan untuk memasak:

Saat menggunakan teknik simmering, kaldu yang dihasilkan akan jernih. Begitu pula saat memasak bakso.

Bulatan bakso akan matang secara sempurna (tidak pecah) jika dimasukkan dalam perebus dalam suhu simmering.

Baca Juga: 5 Tahap Perkembangan Psikoseksual Anak: Oral, Anal, Phalik, Laten, dan Genital

10. Teknik Memasak Deep Frying (Menggoreng)

Teknik boiling tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cairan berupa a air b susu c kaldu d minyak

Foto: Teknik Memasak Deep Frying (Freepik.com/jcomp)

Teknik memasak ini dilakukan dengan cara menggoreng makanan dengan merendamkannya ke dalam minyak goreng panas dalam jumlah banyak.

Ini membuat makanan menjadi garing, berwarna keemasan, serta matang dari luar dan dalam.

Meskipun banyak menggunakan metode ini, namun menggoreng di dalam minyak yang banyak dinilai tidak sehat.

Ini juga dijelaskan dalam sebuah penelitian di Journal of the Science of Food and Agriculture, yang menjelaskan bahwa metode memasak dengan menggoreng berisiko memicu inflamasi penyebab penyakit radang usus.

Nah, itulah tadi beberapa teknik memasak yang ternyata memiliki istrilah dan teknik yang berbeda-beda. Bagaimana Moms? Tertarik untuk mencobanya bukan?

Cairan apa saja yang digunakan pada teknik boiling?

Cairan yang digunakan dalam proses boiling adalah kaldu, santan, atau susu yang direbus. Braising adalah teknik merebus bahan makanan dengan cairan sedikit, kira kira setengah dari bahan yang akan direbus dalam panci penutup dan api kecil secara perlahan lahan.

Bagaimana cara memasak dengan teknik boiling?

Teknik boiling adalah merebus dengan menggunakan suhu tinggi, maka teknik simmering menggunakan suhu pertengahan. Sementara bedanya dengan poaching adalah justru teknik ini merebus makanan pada suhu air yang lebih rendah.

Apa contoh boiling?

Boiling adalah mengolah bahan makanan di dalam cairan yang mendidih. Contoh bahan yang dapat diolah dengan teknik boiling : daging segar, daging awet, telur, pasta, sayuran, dan tulang.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan boiling?

3. Boiling Boiling atau merebus adalah teknik memasak makanan dengan menggunakan zat cair yang telah dipanaskan. Secara umum air paling sering digunakan untuk merebus bahan makanan. Namun, apakah tahukah kamu bahwa susu dan santan juga bisa digunakan dalam teknik boiling, lho!